Kegiatan Qiyamul lail dan doa bersama yang ke 6 telah dilaksanakan hari Jumat dini hari 13 Agustus 2021 03.00 – 04.30 WIB secara daring dengan aplikasi zoom meeting yang diikuti 388 orang.
Pembicara K.H. Drs. Subari, dan doa bersama yang dipimpin Dr. Syamsul Hidayat, M. Ag. Dalam tausiyah beliau K.H. Drs. Subari menyampaikan bahwa kalimat tahmid pada doa bangun tidur Alhamdullillahilladzi ahyaanaa bada maa amaatanaa wa ilaihin nushur. Artinya: “Segala puji bagi Allah yang telah menghidupkan kami setelah Dia ‘mematikan’ kami, dan kepada-Nyalah kami dikembalikan. Adalah ungkapan syukur setelah dihidupkan dari dimatikan sehingga terpancar suatu pelajaran satu kepasrahan bahwa hidup dan mati adalah milik Allah SWT, begitu juga ketika akan tidur Rasulullah SAW disunahkan berwirid, melantunkan ayat-ayat al Quran muawidatain baik surat al Ikhlas, ayat kursi, ayat terakhir surat al Baqarah kemudian berangkat tidur dengan berikrar doa akan tidur bismika Allahumma amuutu wa ahya “Dengan nama-Mu ya Allah aku mati dan dengan nama-Mu aku hidup”
Dua doa tersebut merupakan satu kalimat tahmid dan satu ungkapan nama Allah yang mengandung pelajaran cukup, didalam bahasa lain bertawakal, setelah berdoa, memohon kepada Allah, meminta supaya tidak diganggu syaiton dan sebagainya, dengan melantunkan ayat-ayat yang dituntunkan oleh Rasulullah kita berpasrah, berserah diri kepada Allah SWT inilah yang disebut dalam ayat Al-Quran satu sikap tawakal.
Sikap yang ditunjukkan Allah SWT dalam satu ayatnya quran surat al anfal ayat 2 jika disebut nama Allah maka tergetarlah hatinya “Sesungguhnya orang-orang yang beriman ialah mereka yang bila disebut nama Allah gemetarlah hati mereka, dan apabila dibacakan ayat-ayat-Nya bertambahlah iman mereka (karenanya), dan hanya kepada Tuhanlah mereka bertawakkal.
Beliau juga menegaskan kata bertambah iman jika dikaitkan orang itu diperdengarkan sekaligus mengetahui maknanya sebab akan susah untuk menggetarkan hati jika tidak tahu maknanya, kenapa? Karena Al-Quran termasuk risalah yang disampaikan kepada Rasulullah kemudian Rasulullah menyampaikan kepada umatnya. Rasulullah menyampaikan satu peringatan dan satu berita gembira, basiran dan nadziran.
Kalau orang tahu maknanya maka lebih tergetar hatinya karena ada peringatan tentang masuk neraka atau masuk surga, tergetar dengan rasa takut dan tergetar dengan rasa gembira diberitakan kepada orang yang sabar
Beliau mencontohkan ayat tentang adanya musibah dalam al Baqarah ayat 155
“Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar.”
Karena orang yang sabar selalu beristirahat adalah mengucapkan innalillahi wa inna ilaihi rajiun.
Sabar ketika mendapat musibah dan bertawakal karena telah berusaha, dibagian penutup ceramah beliau menyampaikan meluruskan tujuan hidup kita, senantiasa mencari ridha Allah dan berusaha menjadi hamba Allah yang menjalani kehidupan sesuai dengan aturan Allah dan ajaran serta tuntunan Rasulullah.
