Kepuasan kerja merupakan perasaan positif tentang pekerjaan sebagai hasil evaluasi dari karakteristiknya. Persaingan yang semakin ketat menjadikan Universitas Muhammadiyah Surakarta harus melakukan peningkatan melalui SDM nya dengan cara memperhatikan kebutuhan-kebutuhan karyawannya untuk mencapai kepuasan sehingga dapat memberikan hasil kerja yang optimal. Pengukuran kepuasan dosen dan tenaga kependidikan terhadap sistem pengelolaan SDM ini bermaksud memberikan gambaran mengenai bagaimana UMS telah memberikan kepuasan kepada pegawainya melalui fasilitas-fasilitas yang telah diberikan.
Survei dilakukan dengan menggunakan kuesioner yang disusun berdasarkan aspek-aspek kepuasan kerja yang mencakup pekerjaan itu sendiri; atasan (supervisi); teman sejawat; promosi dan seleksi; serta fasilitas (tunjangan, upah, kesehatan, dll). Kuesioner tersebut terdiri dari 24 item pertanyaan tertutup dan 2 item pertanyaan terbuka yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya.
Skala penilaian dari masing-masing pernyataan adalah 1 sampai dengan 7 dimana semakin besar nilai yang diberikan oleh dosen dan tenaga kependidikan maka pernyataan yang diberikan dirasakan semakin sesuai atau stakeholder merasa semakin puas dengan praktek pengelolaan sumber daya yang telah ada, dan sebaliknya, semakin kecil nilai maka semakin tidak sesuai dengan yang dirasakan atau dosen dan tenaga kependidikan merasa tidak puas.
Berdasarkan hasil pengolahan data jawaban kuesioner, sub-aspek yang memiliki nilai rata-rata tertinggi adalah pernyataan ke-4 mengenai “Informasi kegiatan pengembangan dosen dan tenaga kependidikan selalu diberikan melalu media elektronik seperti website, email, milist, dan/atau media sosial” dari aspek fasilitas dengan nilai sebesar 6,09 namun hal ini berlainan dengan hasil kuesioner terbuka yang menunjukkan sebagian besar dosen dan tenaga kependidikan mengeluhkan mengenai fasilitas yang dirasa kurang memadai.
Sedangkan sub-aspek yang rata-rata nilainya terendah adalah pertanyaan ke 5 mengenai “Rekrutmen dosen dan tenaga kependidikan mampu menjawab kebutuhan SDM di UMS” dari aspek promosi & seleksi dengan nilai sebesar 4,97. Hal ini sesuai dengan hasil kuesioner terbuka yang menunjukkan bahwa sebagian besar dosen dan tenaga kependidikan merasa perlu adanya transparansi proses mutasi dan penempatan pegawai agar sesuai dengan kompetensi dan kebutuhan. Secara keseluruhan rata-rata nilai kepuasan dari semua instrumen adalah sebesar 5,56 (skala 7) yang artinya praktek dan sistem pengelolaan sumber daya sudah BAIK.
Beberapa kegiatan yang perlu dilakukan untuk meningkatkan kepuasan dosen dan tenaga kependidikan antara lain yaitu menambah fasilitas pelatihan baik untuk dosen (dalam bentuk dana pelatihan untuk pengembangan dan pelatihan-pelatihan untuk mendukung pengusulan hibah penelitian dan pengabdian masyarakat serta penulisan karya ilmiah) maupun tenaga kependidikan yang bertujuan untuk meningkatkan kinerja dan kompetensi. Pelatihan yang perlu diberikan untuk tenaga kependidikan antara lain yaitu pelatihan personal branding, pelatihan public speaking atau pelatihan regulasi emosi. Kemudian, perlu adanya feedback terkait program yang sudah berjalan maupun belum. Selain itu, jumlah dosen yang direkrut perlu diperbanyak mengingat akan ada banyak dosen yang pensiun serta untuk memperbaiki rasio dosen dan mahasiswa. Penyusunan analisis jabatan juga harus segera diselesaikan mengingat SOTK baru UMS sudah berjalan setahun lebih seperti job spec dan job desk. Dokumen ini diperlukan untuk melakukan evaluasi kebutuhan sumber daya manusia dan regenerasi di masing-masing fakultas dan unit. Persiapan dosen dan tenaga kependidikan yang akan menghadapi masa pensiun juga perlu untuk diperhatikan terutama faktor psikologis (mental) karena tidak cukup hanya siap dalam segi materi saja.
