SURAKARTA – Dsdmo Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) terus bergerak progresif dalam meningkatkan kualitas mutu akademik tenaga pendidiknya ke jenjang tertinggi. Langkah nyata tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan Bimbingan Teknis (Bimtek) Beasiswa Pendidikan Doktor untuk Dosen Indonesia (PDDI). Agenda intensif yang diikuti oleh 30 dosen dari berbagai fakultas ini berlangsung pada Selasa, 7 Juli 2026, bertempat di Ruang Pelatihan DSDMO, Gedung Induk Siti Walidah Lantai 4, mulai pukul 08.30 hingga 16.00 WIB.
Acara dibuka secara resmi oleh Direktur DSDMO UMS, Tri. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya persiapan yang matang sejak dini bagi para dosen yang ingin berburu beasiswa program doktor tersebut. Menurutnya, persaingan ketat dalam perebutan kuota pendanaan menuntut para calon doktor untuk tidak hanya unggul di bidang akademis, melainkan juga harus menguasai strategi taktis dan kesiapan nonteknis yang solid.

Tri juga memberikan wejangan spiritual yang mendalam dengan mengutip sebuah hadits pengingat. Ia mengingatkan agar niat utama dalam menuntut ilmu ke jenjang tertinggi haruslah lurus demi kemaslahatan umat dan ibadah, bukan semata-mata demi mengejar status sosial atau materi duniawi.
“Barang siapa mencari ilmu tujuannya mencari dunia saja, maka tidak akan mencium baunya surga. Oleh karena itu, luruskan niat kalian sejak awal. Niatkan mencari ilmu ini untuk ibadah karena Allah SWT,” tegas Tri di hadapan para peserta bimtek.
Memasuki sesi inti, DSDMO menghadirkan pakar sekaligus praktisi akademis, Afif, yang merupakan dosen aktif dari Fakultas Teknik UMS. Dalam sesi tersebut, Afif mengupas tuntas materi esensial serta memberikan penjelasan teknis mengenai alur pendaftaran, mekanisme penilaian, hingga sistematika penulisan proposal riset tingkat doktoral agar mampu memikat tim penilai pusat.
Afif menyampaikan secara tidak langsung bahwa salah satu kunci utama kelolosan beasiswa PDDI terletak pada kekuatan substansi riset dan dampaknya bagi institusi. Ia mengimbau agar para peserta benar-benar mencermati keselarasan antara rencana disertasi mereka dengan peta jalan penelitian program studi masing-masing agar nilai urgensinya semakin kuat.

Guna memberikan bekal mental yang riil, rangkaian kegiatan tidak berhenti pada paparan teori saja. DSDMO melanjutkan agenda dengan sesi mock-up interview atau simulasi wawancara. Melalui simulasi interaktif ini, ke-30 dosen UMS diuji kemampuannya secara langsung dalam menjawab pertanyaan-pertanyaan kritis layaknya menghadapi pewawancara beasiswa yang sesungguhnya.
Melalui pembekalan komprehensif ini, DSDMO UMS optimistis dapat mendongkrak persentase kelolosan dosen dalam meraih beasiswa doktor di tahun ini. Peningkatan jumlah doktor baru diharapkan mampu memperkuat fondasi riset kampus demi mewujudkan visi UMS sebagai pusat pendidikan Islam yang unggul dan mendunia.
Penulis : Regi Febrianto
