SURAKARTA – Dsdmo Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) terus konsisten dalam menjaga dan meningkatkan kualitas spiritualitas personelnya melalui aktivitas rutin mingguan berupa bimbingan tahsin Al-Qur’an. Kegiatan yang dilaksanakan pada Selasa, 12 Mei 2026 ini bertempat di Ruang Meeting DSDMO dan diikuti secara antusias oleh seluruh jajaran pegawai, mulai dari staf, Kepala Urusan (Kaur), hingga Kepala Subdirektorat (Kasubdit).
Pada pertemuan kali ini, fokus pembelajaran diarahkan untuk memperdalam pemahaman mengenai empat hukum bacaan nun sukun dan tanwin yang krusial, yaitu izhar, ikhfa, iqlab, serta idgam bigunah dan idgam bilagunah. Untuk memberikan bimbingan yang tepat dan terukur, DSDMO menghadirkan Tasya, seorang mentor berkompeten dari Lembaga Pengembangan Pondok Pesantren dan Al-Islam Kemuhammadiyahan (LPPIK) UMS.

Kegiatan bernuansa religius ini diawali dengan membaca Al-Qur’an secara bersama-sama oleh seluruh peserta. Sesi membaca komunal ini berfungsi sebagai pemanasan sekaligus penyelarasan nada dan makhraj sebelum memasuki materi inti. Setelah itu, Tasya mulai mengupas satu per satu karakteristik dari keempat hukum tajwid tersebut, lengkap dengan contoh pelafalan yang benar.
“Penguasaan hukum izhar, ikhfa, iqlab, dan idgam adalah fondasi utama dalam membaca Al-Qur’an. Kita harus benar-benar jeli membedakan kapan huruf harus dibaca jelas, mendengung, atau melebur agar makna ayat tidak berubah,” ujar Tasya saat memberikan koreksi pelafalan kepada para peserta di ruang rapat.
Selama satu jam penuh, suasana di ruang meeting terasa sangat hikmat. Para pegawai tampak serius menyimak setiap penjelasan dan tidak ragu untuk mempraktikkan ulang bacaan yang dinilai belum sempurna oleh instruktur. Tasya secara tidak langsung menjelaskan bahwa konsistensi dalam latihan mingguan seperti ini sangat efektif untuk melatih kelenturan lidah dalam melafalkan huruf-huruf hijaiyah sesuai kaidah aslinya.

Harapan besar disematkan pada aktivitas rutin tahsin ini. Selain sebagai wujud ibadah bersama di lingkungan kerja, program ini ditargetkan agar para peserta mampu membaca Al-Qur’an dengan kualitas yang jauh lebih baik lagi, terutama dari segi ketepatan hukum bacaan tajwid maupun kefasihan pelafalan setiap huruf hijaiyahnya.
Dengan adanya kegiatan rutin ini, DSDMO UMS membuktikan bahwa pengembangan sumber daya manusia tidak hanya berfokus pada aspek profesionalisme kerja dan administratif semata. Penguatan nilai-nilai keislaman melalui perbaikan bacaan Al-Qur’an menjadi bagian penting untuk membentuk karakter pegawai yang unggul secara intelektual sekaligus matang secara spiritual.
Penulis: Regi Febrianto
