DSDMO

DSDMO UMS Gelar Pelatihan Agile Mindset, Dorong Pimpinan Unit Jadi Coach dan Agen Perubahan

SURAKARTA – Dsdmo Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) kembali membuktikan komitmennya dalam pengembangan kapasitas manajerial dengan menyelenggarakan pelatihan bertajuk “Agile Mindset, Inovasi & Coaching Skill”. Kegiatan yang dirancang khusus untuk para pemangku kebijakan ini dilaksanakan selama dua hari, mulai Jumat hingga Sabtu, 8-9 Mei 2026. Acara tersebut dipusatkan di Ruang Seminar Dr. Syamsudin, M.M., Lantai 8 Gedung Ahmad Syafi’i Ma’arif Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UMS.

Mengangkat tema inspiratif Becoming Strategic Partners and Agents of Change, pelatihan ini dihadiri oleh jajaran pimpinan tingkat menengah hingga atas. Para peserta terdiri dari Kepala Urusan (Kaur), Kepala Seksi (Kasi), Wakil Dekan, Direktur, hingga Kepala dari berbagai unit, lembaga, serta fakultas di lingkungan UMS. Untuk menjamin kualitas pembelajaran yang komprehensif, DSDMO secara khusus menggandeng narasumber ahli dari Edirne.

Direktur DSDMO, Tri Widayatno, membuka acara dengan memberikan pandangan visioner terkait manajemen sumber daya manusia (SDM) di era modern. Ia secara tidak langsung menjelaskan bahwa para pimpinan di setiap level unit kerja adalah ujung tombak dan mitra strategis universitas. Oleh karena itu, pengelolaan dan pembinaan staf di fakultas maupun lembaga harus senantiasa mengadaptasi praktik-praktik manajerial terbaik secara global. Tri Widayatno menegaskan pentingnya mengubah paradigma kepemimpinan konvensional menjadi jauh lebih dinamis.

“Pemimpin itu bukan sekedar pimpinan operasional, tetapi harus bisa menjadi coach. Artinya, pimpinan dituntut memiliki coaching skill untuk memberikan pembinaan berkelanjutan, bahkan menyentuh staf dari level paling bawah jika memungkinkan. Dengan begitu, berbagai potensi masalah bisa dicegah atau diarahkan sejak awal,” tegas Tri di hadapan puluhan peserta pelatihan.

Kehadiran narasumber dari Edirne difokuskan untuk membekali para pimpinan dengan keterampilan melatih yang terukur dan kemampuan berpikir tangkas (agile). Di tengah arus perubahan yang cepat, inovasi dan kelincahan dalam merespons tantangan menjadi kompetensi mutlak yang harus dimiliki setiap pengambil keputusan di kampus.

Melalui rangkaian kegiatan intensif ini, Tri menaruh harapan besar agar DSDMO dan seluruh pihak yang bertanggung jawab atas pengelolaan SDM di setiap unit memiliki kesamaan pola pikir. Mereka diproyeksikan untuk menjadi mitra strategis SDM sekaligus agen perubahan nyata. Transformasi kepemimpinan ini diyakini akan menjadi katalisator ampuh dalam meningkatkan budaya kerja universitas yang selalu mengedepankan prinsip Islami, serta berkarakter adaptif, inovatif, dan kolaboratif.

Penulis: Regi Febrianto