Setiap dosen Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) harus memiliki komitmen yang tinggi dalam menjalankan perannya sebagai pelaku catur dharma perguruan tinggi muhammadiyah (PTM), yaitu pendidikan dan pengajaran, penelitian dan karya ilmiah, pengabdian kepada masyarakat, serta pengembangan dan pengamalan Al Islam dan Kemuhammadiyahan. Pembentukan komitmen dosen UMS dalam pelaksanaan catur dharma PTM menjadi sangat penting pada era industri 4.0 ini. Era yang membutuhkan inovasi-inovasi baru dalam berbagai bidang supaya tetap survive dan unggul. Komitmen para dosendiperlukan supaya dalam menjalankan misi UMS untuk mewujudkan visi 2029 UMS dapat berjalan dengan efektif dan efisien.
Prof. Dr. Budi Murtiyasa, M.Kom selaku Ketua Panitia melaporkan bahwa peserta prajabatan 25 orang adalah yang sudah lulus evaluasi tahun pertama, terkait dengan kemampuan menghasilkan publikasi ilmiah, sudah menjalankan pengabdian masyarakat dan telah memiliki nilai Bahasa Inggris yang memenuhi sebagai prasyarat dan telah memenuhi aspek pengajaran sesuai dengan acuan sertifikasi Dosen. Para peserta sekarang ini adalah calon-calon pemimpin Universitas dimana kelak akan berhadapan dengan generasi alpha, dimana tantanganya akan semakin berat. Materi yang akan disampaikan tentu saja menghadirkan narasumber-narasumber yang berkompeten dibidangnya.
Dalam upacara pembukaan ini, Rektor Universitas Muhammadiyah Surakarta Prof. Dr. Sofyan Anif, M.Si memberikan sambutan bahwa lembaga pendidikan tinggi sebagai agent of change perlu membekali mahasiswanya agar siap menghadapi masa depan dengan kemajuan teknologi. UMS sudah meraih predikat UNGGUL dan satu-satunya universitas pertama di Jawa Tengah yang telah meraih predikat tersebut. Untuk itu semua komponen yang ada di lingkungan UMS mau tidak mau harus mengikuti alur tersebut dengan meningkatkan kemampuan diri. Salah satunya adalah dengan mengikuti kegiatan prajabatan ini, dikarenakan tantangan kedepan SDM UMS harus siap dalam menghadapi perubahan yang ada.
Secara umum materi diklat prajabatan ini terbagi dalam 3 (tiga) kelompok, yaitu al Islam dan Kemuhammadiyahan, kepegawaian, dan aktivitas akademik dosen dalam bidang tri dharma. Materi-materi yang diberikan diharapkan memperkaya kesiapan mental para dosen-dosen muda mengenal dunia akademik, inovasi pembelajaran, karya ilmiah, pengembangan soft skill, technopreunership, maupun birokrasi kepegawaian.
