DSDMO

Perkuat Layanan Kampus, DSDMO Pantau Kinerja Tenaga Kependidikan Lintas Unit

dsdmo – Bidang Asesmen, Pembinaan SDM, dan Pengembangan Organisasi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menggelar agenda penting bagi keberlangsungan kualitas layanan institusi. Kegiatan bertajuk Pemantauan dan Evaluasi Calon Pegawai Tenaga Kependidikan (Tendik) tahun angkatan 2025 ini diselenggarakan di Ruang Pelatihan DSDMO pada Senin, 9 Februari 2026. Sebanyak 27 tendik baru yang berasal dari berbagai lintas unit, lembaga, fakultas, hingga direktorat hadir untuk mengikuti proses penguatan kapasitas tersebut.

Langkah ini diambil sebagai bentuk komitmen universitas dalam menjaga standar mutu sumber daya manusia (SDM) yang unggul dan responsif terhadap perubahan zaman. Melalui evaluasi ini, setiap personel baru diharapkan mampu beradaptasi dengan cepat dan memberikan kontribusi nyata bagi unit kerja masing-masing.

Dalam sesi pembukaan, Direktur DSDMO, Ir. Tri Widayatno, S.T., M.Sc., Ph.D., memberikan arahan strategis mengenai standar profesionalisme yang harus dijunjung tinggi. Ir. Tri Widayatno, S.T., M.Sc., Ph.D menekankan bahwa menjadi bagian dari UMS berarti harus siap mengasah dua pilar kemampuan utama, yakni hardskill yang mumpuni serta softskill yang kuat. Menurutnya, kecerdasan teknis tidak akan bekerja maksimal tanpa didukung oleh kemampuan berkomunikasi dan bekerja sama yang baik.

“Kalian adalah wajah universitas di unit masing-masing. Sangat penting bagi setiap tenaga kependidikan untuk memiliki kompetensi hardskill yang relevan, namun jangan lupakan softskill. Tendik harus mampu membangun kesan baik dan harmonis dengan seluruh rekan kerja,” ujar Ir. Tri Widayatno, S.T., M.Sc., Ph.D tegas di hadapan para peserta.

Calon Pegawai Tenaga Kependidikan baru angkatan 2025 UMS berantusias mengikuti evaluasi dan pemantauan di ruang Pelatihan DSDMO (Photo by Tri Oktafia Anggrahini)

Lebih lanjut, Ir. Tri Widayatno, S.T., M.Sc., Ph.D memaparkan secara tidak langsung bahwa reputasi organisasi sangat bergantung pada perilaku individu di dalamnya. Ia mengingatkan bahwa budaya kerja yang positif akan menciptakan lingkungan yang produktif. Oleh karena itu, para tendik baru diwajibkan untuk segera menginternalisasi dan menanamkan nilai-nilai serta budaya organisasi UMS dalam setiap aktivitas pelayanan mereka.

Kegiatan ini tidak hanya berisi pengarahan satu arah, tetapi juga mencakup sesi evaluasi kinerja selama masa orientasi awal. Para peserta diajak untuk merefleksikan kendala yang dihadapi di lapangan serta mencari solusi bersama untuk meningkatkan efektivitas kerja. Dengan adanya pemantauan rutin seperti ini, DSDMO berharap dapat mencetak tenaga kependidikan yang tidak hanya cakap secara administratif, tetapi juga memiliki integritas dan loyalitas tinggi terhadap visi besar universitas.

Melalui penguatan budaya organisasi yang baik sejak dini, UMS optimis bahwa para tenaga kependidikan baru ini akan menjadi motor penggerak kemajuan institusi dalam memberikan layanan pendidikan terbaik bagi masyarakat luas.

Penulis: Regi Febrianto