dsdmo – Direktorat Sumber Daya Manusia dan Organisasi (DSDMO) terus berkomitmen meningkatkan kualitas sumber daya manusianya melalui pemantauan intensif terhadap progres para calon pegawai tetap. Pada Sabtu (14/2), bidang Kasubdit Asesmen, Pembinaan SDM, dan Pengembangan Organisasi menggelar kegiatan monitoring yang diikuti oleh 15 dari 19 calon pegawai (capeg) dosen dari berbagai fakultas di lingkungan kampus.
Kegiatan ini disambut langsung oleh Direktur DSDMO UMS, Ir. Tri Widayatno, S.T., M.Sc., Ph.D. Dalam arahannya, Tri Widayatno menekankan pentingnya masa transisi bagi para dosen muda untuk segera menyesuaikan diri dengan ritme kerja dan budaya akademik di UMS. Menurutnya, kemampuan adaptasi menjadi kunci utama sebelum melangkah lebih jauh ke jenjang karier fungsional.
Salah satu poin krusial yang ditegaskan dalam pertemuan tersebut adalah mengenai validitas karya ilmiah. Tri Widayatno mengingatkan bahwa jurnal yang dapat digunakan untuk pengajuan Jabatan Fungsional (Jafung) haruslah karya mandiri yang bukan merupakan bagian dari disertasi atau tesis.

“Portofolio berupa jurnal yang bisa dipakai untuk jabatan fungsional itu bukan bagian dari disertasi atau tesis,” tegas Tri Widayatno di hadapan para dosen muda tersebut.
Hal ini dilakukan guna memastikan integritas akademik dan mendorong dosen untuk terus produktif menghasilkan riset-riset baru di luar tugas akhir studi mereka. Meski demikian, UMS memberikan karpet merah bagi mereka yang progresif. Kampus memiliki program khusus di mana dosen yang berhasil mempublikasikan jurnal di Sinta 4 dapat langsung memproses jabatan Asisten Ahli. Selain itu, prosedur pengabdian masyarakat kini dibuat lebih simpel untuk memudahkan dosen memenuhi kewajiban Tridharma Perguruan Tinggi.
Tak hanya soal administrasi dan riset, perilaku dan etika kerja menjadi variabel penentu kelulusan calon pegawai tetap. Penilaian perilaku di UMS tidak hanya datang dari atasan, tetapi juga melibatkan rekan sejawat.
Tri Widayatno memberikan pesan mendalam mengenai aspek sosial di lingkungan kerja. Ia menyebut bahwa hubungan baik dengan rekan kerja memiliki bobot yang sangat spiritual dalam ekosistem UMS.
“Penilaian dari teman sejawat atau pimpinan itu adalah yang bisa jadi mengantarkan kita ke surga,” ungkap Tri.
Ia berharap para calon pegawai tetap ini berjuang maksimal agar portofolio mereka terpenuhi dan selalu menjaga perilaku agar bernilai baik. Kombinasi antara performa akademik yang tajam dan karakter yang mulia diharapkan mampu membawa UMS menjadi universitas yang semakin unggul di masa depan.
Penulis: Regi Febrianto
