SURAKARTA – Dsdmo Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) kembali menggelar rapat koordinasi (Rakor) internal guna memperkuat performa organisasi dan mematangkan agenda strategis universitas. Kegiatan yang berlangsung pada Selasa, 21 April 2026 ini dipusatkan di Ruang Pelatihan DSDMO dengan suasana yang produktif dan khidmat.
Pertemuan rutin ini diawali dengan tradisi religius berupa tadarus Al-Qur’an secara bersama-sama oleh seluruh jajaran manajemen dan staf. Langkah ini dilakukan untuk menjaga keberkahan serta menyelaraskan niat ibadah dalam setiap aktivitas profesional di lingkungan kampus.

Memasuki agenda inti, Direktur DSDMO, Tri Widayatno, memimpin pembahasan mengenai Key Performance Index (KPI) atau indikator kinerja utama. Tri Widayatno menekankan bahwa pencapaian KPI bukan sekadar angka administratif, melainkan cerminan dari kualitas pelayanan SDM yang harus terus ditingkatkan demi mendukung visi besar universitas.
“Kita perlu memastikan setiap parameter dalam KPI tercapai dengan maksimal. Hal ini penting untuk menjaga standar mutu sumber daya manusia kita agar tetap kompetitif,” ujar Tri Widayatno saat memberikan arahan di depan para peserta rapat.
Selain membahas indikator kinerja, Tri juga memaparkan rencana agenda terdekat yang menjadi prioritas dalam satu hingga dua bulan ke depan. Salah satu poin utamanya adalah persiapan matang terkait program pra-pensiun bagi para dosen. Program ini dirancang sebagai bentuk apresiasi dan pendampingan bagi para pendidik yang akan memasuki masa purna tugas agar tetap produktif dan memiliki kesiapan mental serta finansial yang baik.
Rapat kemudian berlanjut pada pembahasan teknis yang dipandu oleh Kasubdit Perencanaan dan Pengembangan SDM, Aad Satria Permadi. Dalam paparannya, Aad fokus pada upaya penyamaan visi dan misi di seluruh lini kerja DSDMO. Ia secara tidak langsung menyampaikan bahwa keberhasilan program kerja sangat bergantung pada pemahaman yang seragam mengenai tujuan organisasi di antara para staf.

Aad menegaskan bahwa kerangka kerja di DSDMO harus solid dan kolaboratif. Menurutnya, koordinasi teknis seperti ini sangat diperlukan agar tidak terjadi tumpang tindih peran dan memastikan setiap inovasi pengembangan SDM dapat terimplementasi dengan mulus di lapangan.
Dengan koordinasi yang intensif ini, DSDMO optimis dapat memberikan layanan terbaik bagi seluruh sivitas akademika UMS, baik yang baru bergabung maupun yang akan memasuki masa purna bakti.
Penulis: Regi Febrianto
