SURAKARTA – Dsdmo Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menggelar kegiatan inspiratif bertajuk Sharing Session Finland Education Insight pada Rabu, 4 Maret 2026. Acara yang berlangsung di Ruang Rapat Direktorat Riset, Pengabdian kepada Masyarakat, Publikasi, dan Sentra Kekayaan Intelektual (DRPPS) UMS ini bertujuan mengupas tuntas sistem pendidikan doktor di Finlandia serta peluang beasiswa bagi para dosen.
Sebanyak 24 dosen dari berbagai fakultas di lingkungan UMS hadir untuk menggali informasi mengenai negara dengan sistem pendidikan terbaik di dunia tersebut. Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Direktur Sumber Daya Manusia, Ir. Tri Widayatno, S.T., M.Sc., Ph.D., serta menghadirkan narasumber ahli, Devi Rizal, MBA., M.Eng., Istimewanya, Wakil Walikota Surakarta, Astrid Widayani, S.S., S.E., M.B.A., juga turut hadir memberikan testimoni pengalamannya menempuh studi di Eropa.

Dalam sambutannya, Tri Widayatno menekankan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari rencana strategis universitas untuk melakukan akselerasi kualifikasi pendidikan tenaga pendidik. UMS menargetkan peningkatan jumlah dosen bergelar Doktor (S3) secara signifikan dalam waktu dekat.
“Kami harus melakukan akselerasi kualifikasi dosen UMS, salah satunya melalui peningkatan jumlah lulusan S3. Untuk mendukung hal tersebut, DSDMO menyediakan layanan informasi detail mengenai studi luar negeri serta fasilitasi melalui Scholarship Academy sebagai program pendampingan beasiswa,” ujar Tri Widayatno saat membuka acara.
Tri Widayatno berharap melalui sesi ini, ada dosen UMS yang termotivasi untuk mengambil studi lanjut di Finlandia demi membawa pulang standar kualitas pendidikan global ke kampus Surakarta.

Memasuki acara inti, Rizal selaku narasumber membedah secara mendalam mengenai budaya akademik di Finlandia. Ia menjelaskan bahwa kunci keberhasilan pendidikan di sana terletak pada keseimbangan antara riset mendalam dan kualitas hidup yang tinggi. Rizal juga memaparkan teknis pendaftaran serta bagaimana karakteristik universitas-universitas unggulan di Finlandia dalam menyambut mahasiswa internasional.
Sebagai penutup yang inspiratif, Astrid Widayani membagikan pengalamannya saat menempuh kuliah S3 di kawasan Eropa. Ia menyoroti pentingnya adaptasi budaya dan fokus pada keunggulan sistem pendidikan di sana yang sangat menghargai inovasi. Astrid secara tidak langsung menyampaikan bahwa pengalaman internasional bukan sekadar gelar, melainkan tentang perubahan pola pikir dalam memecahkan masalah.

Melalui diskusi interaktif ini, DSDMO UMS berharap para dosen semakin mantap untuk melangkah ke kancah internasional. Program pendampingan akan terus dilakukan agar kendala administratif maupun teknis dalam perburuan beasiswa dapat teratasi dengan baik.
Penulis: Regi Febrianto
