SURAKARTA – Dsdmo Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) terus berupaya meningkatkan kualitas spiritualitas personelnya melalui aktivitas rutin mingguan berupa bimbingan tahsin Al-Qur’an. Kegiatan yang berlangsung di Ruang Meeting DSDMO ini diikuti secara antusias oleh seluruh jajaran, mulai dari staf, Kepala Urusan (Kaur), hingga Kepala Seksi (Kasi).
Pada pertemuan kali ini, fokus pembelajaran diarahkan pada pendalaman hukum bacaan Ikhfa Haqiqi. Untuk memberikan bimbingan yang tepat, DSDMO menghadirkan Tasya, seorang mentor berkompeten dari Lembaga Pengembangan Pondok Pesantren dan Al-Islam Kemuhammadiyahan (LPPIK) UMS. Kehadiran mentor dari LPPIK ini memastikan bahwa standar pelafalan dan hukum tajwid yang dipelajari sesuai dengan kaidah yang benar.

Kegiatan diawali dengan pembacaan secara bersama-sama pada Surat Al-Baqarah ayat 284. Setelah pembacaan komunal tersebut, Tasya meminta setiap peserta untuk membaca satu ayat berikutnya secara bergantian atau sendiri-sendiri. Metode ini diterapkan untuk mendeteksi sejauh mana tingkat kebenaran membaca Al-Qur’an pada tiap individu, khususnya dalam menerapkan hukum Ikhfa Haqiqi yang menjadi materi utama hari itu.
“Melalui praktik langsung satu per satu, kita bisa mengidentifikasi di mana letak kekeliruan pelafalan atau dengungan yang kurang tepat,” ujar Tasya saat memberikan arahan teknis kepada para peserta di ruang rapat.
Selama satu jam penuh, suasana di ruang meeting terasa sangat hikmat. Para peserta tampak serius menyimak koreksi dari mentor, terutama terkait makhraj atau tempat keluarnya huruf hijaiyah. Tasya secara tidak langsung menjelaskan bahwa konsistensi dalam berlatih adalah kunci utama agar lidah terbiasa dengan pelafalan yang fasih dan benar.

Harapan besar disematkan pada aktivitas rutin ini. Selain sebagai bentuk ibadah, program tahsin bertujuan agar para pegawai di lingkungan DSDMO mampu membaca Al-Qur’an dengan jauh lebih baik, baik dari sisi hukum bacaan tajwid maupun kefasihan pelafalan huruf hijaiyahnya.
Dengan adanya kegiatan ini, DSDMO tidak hanya fokus pada pengembangan profesionalisme kerja secara administratif, tetapi juga memperhatikan aspek religiusitas pegawainya sebagai bagian dari identitas kampus Muhammadiyah. Program mingguan ini diharapkan menjadi budaya positif yang terus terjaga guna mencetak sumber daya manusia yang unggul secara intelektual dan spiritual.
Penulis: Regi Febrianto
