DSDMO

DSDMO UMS Gelar Pelatihan Service dan Speaking Excellence untuk Dosen serta Tendik

SURAKARTADsdmo Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) sukses menyelenggarakan program pelatihan ganda berskala besar untuk memperkuat kompetensi pelayanan publik dan komunikasi interaktif di lingkungan kampus. Agenda intensif yang berlangsung selama dua hari, Rabu hingga Kamis, 17–18 Juni 2026 ini memadukan lokakarya Service Excellence bagi tenaga kependidikan (tendik) serta Speaking Excellence khusus bagi para dosen. Acara strategis ini dipusatkan di Ruang Meeting B1 dan B2 Lantai 2 Edutorium UMS.

Photo by: Oktavia Farida Asmono

Rangkaian acara diawali dengan pendekatan spiritual yang kuat di Mushola Lantai 3 Edutorium UMS. Sebelum menerima materi teknis, seluruh pimpinan, panitia, dan peserta melaksanakan ibadah salat dhuha secara berjamaah. Momentum penuh khidmat ini dihadiri langsung oleh Direktur DSDMO, Tri, serta Wakil Rektor IV UMS, Em, yang memberikan dukungan penuh terhadap akselerasi kapasitas sumber daya manusia (SDM) universitas.

Demi menyajikan materi yang berbobot, akurat, dan aplikatif, DSDMO UMS berkolaborasi dengan dua mitra profesional terkemuka. Kelas Service Excellence dijalankan lewat kerja sama dengan lembaga Edirne, sementara kelas Speaking Excellence menggandeng platform Speaking.id. Pembagian kelas ini sengaja dirancang agar fokus materi yang diberikan tepat sasaran sesuai dengan kebutuhan profesi masing-masing peserta di lapangan.

Photo by: Oktavia Farida Asmono

Dalam sambutannya, Tri menegaskan bahwa inti utama dari keberadaan tenaga kependidikan adalah memberikan kepuasan maksimal kepada seluruh ekosistem kampus. Ia menyampaikan secara tidak langsung bahwa core business atau bisnis inti dari tendik adalah menyajikan pelayanan terbaik, baik kepada dosen, mahasiswa aktif, maupun para calon mahasiswa yang berinteraksi dengan UMS. Oleh karena itu, ia menargetkan luaran yang konkret dari lokakarya ini.

“Saya berharap output dari pelatihan service excellence ini adalah lahirnya pengembangan SOP baru dari masing-masing unit kerja. Nantinya, DSDMO akan melakukan monitoring ketat terhadap pelaksanaan SOP tersebut agar kualitas layanan kita terus meningkat,” ujar Tri secara tegas saat memberikan pengarahan.

Photo by: Oktavia Farida Asmono

Tidak hanya fokus pada tendik, Tri juga memaparkan esensi dari pelatihan komunikasi bagi dosen. Menurutnya, kemampuan berbicara di depan publik bagi seorang pendidik tidak boleh sekadar dipahami sebagai aktivitas bertukar kata atau berinteraksi biasa. Komunikasi publik yang efektif melibatkan sinergi elemen verbal dan nonverbal yang kuat untuk menyampaikan ilmu pengetahuan secara memikat.

 

“Speaking itu tidak hanya sekadar ucapan, melainkan bagaimana mimik muka kita saat berbicara, pergerakan gesture tubuh kita, hingga cara kita mengapresiasi orang lain di tengah interaksi,” tutur Tri menjelaskan.

Sesi paparan hasil diskusi (Photo by: Oktavia Farida Asmono)

Melalui program sinergis ini, UMS optimis dapat menciptakan iklim akademik yang ramah sekaligus profesional. Perpaduan antara tendik yang andal dalam melayani dan dosen yang piawai dalam berkomunikasi diharapkan mampu membawa UMS menjadi perguruan tinggi yang semakin unggul, adaptif, dan kolaboratif di level internasional.

Penulis : Regi Febrianto