SURAKARTA – Dsdmo Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) berkomitmen penuh dalam mendukung kemajuan sesama Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (PTMA) di Indonesia. Hal ini dibuktikan melalui penerimaan kunjungan studi banding dari Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur (UMKT) pada Senin, 8 Juni 2026. Pertemuan strategis yang berlangsung dinamis tersebut digelar di Ruang Sidang Badan Pembina Harian (BPH) Lantai 6, Gedung Induk Siti Walidah UMS.
Agenda berskala antarpulau ini dihadiri secara lengkap oleh jajaran internal DSDMO UMS, mulai dari staf, Kepala Urusan (Kaur), Kepala Seksi (Kasi), hingga Kepala Subdirektorat (Kasubdit). Kehadiran seluruh formasi manajemen ini bertujuan untuk menyambut hangat sekaligus memberikan fasilitasi informasi terbaik bagi delegasi UMKT yang ingin mendalami tata kelola sumber daya manusia.

Tujuan utama dari kunjungan kerja UMKT ini adalah untuk menggali informasi mendalam mengenai regulasi, kebijakan strategis, serta berbagai inovasi digital yang sukses diterapkan oleh DSDMO UMS. Sebagai salah satu kampus unggulan, UMS dinilai berhasil merancang ekosistem kerja yang produktif, transparan, dan adaptif bagi dosen maupun tenaga kependidikan.
Dalam teknis pelaksanaannya, proses transfer ilmu dilakukan secara terstruktur. Masing-masing Kaur dan Kasi DSDMO UMS berbicara secara bergiliran sesuai dengan bidang keahliannya untuk memaparkan kebijakan, aturan, maupun sistem operasional yang sedang berjalan. Mulai dari administrasi kepegawaian, standarisasi mutu, hingga sistem rekrutmen berbasis aplikasi digital dikupas tuntas di hadapan perwakilan UMKT.
Salah satu perwakilan Kasubdit DSDMO UMS, Agung, menyampaikan secara tidak langsung bahwa keterbukaan informasi ini merupakan bagian dari tanggung jawab moral UMS untuk maju bersama seluruh jaringan PTMA. Ia menambahkan bahwa inovasi sistem yang dikembangkan UMS selalu mengedepankan efisiensi birokrasi dan kemudahan akses bagi seluruh pegawai.

“Kegiatan ini berlangsung sangat menarik karena tidak hanya satu arah. Kami saling bertukar informasi dan berbagi potret tantangan pengelolaan SDM di wilayah masing-masing. Melalui sinergi ini, kami berharap UMKT dapat mengadopsi sekaligus memodifikasi sistem yang ada di UMS agar sesuai dengan kebutuhan lokal mereka,” ujar Agung di sela-sela diskusi.
Suasana ruang sidang tampak hidup dengan adanya sesi tanya jawab yang interaktif. Pihak UMKT melemparkan berbagai pertanyaan teknis terkait mitigasi kendala sistem kepegawaian, yang langsung dijawab secara lugas oleh para Kasi UMS. Studi banding ini diakhiri dengan komitmen kedua belah pihak untuk terus menjalin komunikasi intensif demi melahirkan standardisasi mutu SDM yang unggul di lingkungan persyarikatan.
Penulis : Regi Febrianto
